Oleh: sheihna | April 24, 2012

7 Keajaiban Alam Dunia

1. Hutan Amazon

Lokasi : Brazil

 

 

 

2. Teluk Halong

Lokasi : Vietnam

3. Air Terjun Iguazu

Lokasi : Argentina

 

 

 

4. Pulau Jeju

Lokasi : Korea
5. Komodo

Lokasi : Indonesia
6. Puerto Princesa Underground River
Lokasi : Filipina
7. Table Mountain
Lokasi : Afrika Selatan
Oleh: sheihna | April 29, 2012

Table Mountain – AFRIKA SELATAN

 

Kebanyakan orang menganggap Afrika adalah salah satu negara yang gersang, penuh dengan padang gurun yang tandus dan tidak terawat. Akan tetapi, ada salah satu daerah yang terapit oleh samudera Hindia dan Atlantik yang kaya akan panorama indah dan tempat wisata yang membuat orang tertarik untuk mengunjunginya, yaitu Cape Town yang merupakan salah satu daerah wisata terkenal dan sudah menjadi salah satu tujuan wisata di Afika Selatan.

Afrika Selatan yang kini menjadi tuan rumah dalam World Cup 2010 ini ternyata masih memiliki daerah yang bisa dijadikan tempat wisata. Salah satu yang menarik dari Cape Town adalah Table Mountain yang merupakan gunung beratap datar membentuk tenggara terkemuka persis menghadap kota Cape Town di Afrika Selatan. Table Mountain berada pada ketinggian 1.086 meter di atas permukaan air laut yang bisa terlihat dari jarak 200 km dari laut. Puncaknya terbentuk dari batuan yang tersusun oleh glasier jutaan tahun lalu. Gunung ini disebut Table Mountain karena bentuknya yang khas, sehingga menawarkan pemandangan luar biasa dari kota yang berada di bawahnya. Untuk bisa mencapai puncak, bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau menggunakan kereta kabel. Yang lebih menarik lagi, di gunung ini terdapat lebih dari 2.250 spesies tanaman, di mana beberapa di antaranya tidak ditemukan di negara lain. Bahkan ada sebuah area, yang ukurannya kurang lebih seukuran lapangan sepakbola, yang dihuni oleh sekelompok kupu-kupu yang hanya ada di daerah itu.

Selain itu, Table Mountain menjadi salah satu tempat yang gemar dikunjungi oleh para pendaki karena ketika mereka mendaki dan tepat berada di atas Table Mountain, pemandangan yang disuguhkan sangat indah dan menakjubkan. Dengan berbekal pemandangan yang indah ini, Table Mountain menjadi salah satu tempat pariwisata yang bisa dikunjungi wisatawan saat berada di Afrika Selatan dan tentunya telah merubah persepsi orang-orang tentang Afrika.

 

Oleh: sheihna | April 29, 2012

Puerto Princesa Underground River – FILIPINA

 

 

Puerto Princesa Subterranean River National Park merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO terletak sekitar 50 kilometer utara kota Puerto Princesa di Propinsi Palawan, Filipina. Berisi Subterranean Sungai terkenal, dianggap terpanjang sistem sungai bawah tanah dinavigasi di dunia. Taman Nasional adalah bagian dari Saint Paul Pegunungan terletak di pantai utara pulau itu.

Geografi
Taman ini memiliki pemandangan gunung batu kapur Karst, dengan 8,2 kilometer-dilayari sungai bawah tanah. Gua berisi formasi stalaktit dan stalagmit, serta
besar beberapa kamar. Sebuah fitur yang membedakan dari sungai ini dia angin di dalam gua sebelum mengosongkan sendiri ke Laut Cina Selatan.
Taman Nasional juga merupakan habitat penting bagi konservasi keanekaragaman hayati, sebagai situs memiliki ekosistem gunung-ke-laut. Ini adalah rumah bagi sebagian besar terancam dan Pembatasan jarak Palawan burung, seperti burung-burung merak Palawan dan Filipina kakatua. Sehubungan dengan ini, taman telah ditetapkan sebagai Kawasan Penting Burung (IBA), dan diakui oleh UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia sebagai tanggal 4 Desember 1999.

Pariwisata
Karena keajaiban alam, Puerto Princesa Subterranean River National Park merupakan tujuan utama bagi wisatawan lokal dan internasional sama. Menurut Dewan palawan Pembangunan Berkelanjutan untuk website, taman mendapatkan pendapatan tahunan sekitar Php 5 juta.
Pemeliharaan keuangan ini, dikelola oleh Badan Pengelola Kawasan Lindung (PAMB) yang dipimpin oleh Pemerintah Kota Puerto Princesa.

Perjalanan Penasehat
Untuk sampai ke Taman Nasional, Anda harus mengambil jalan Puerto-Roxas yang pergi seluruh cara untuk Sabang, dimana taman berada. Ada juga bus sehari-hari yang meninggalkan Puerto Princesa San Jose bus terminal pada 07:00, dan biaya tarif berada di sekitar Php 300. Dua atau tiga jeepneys juga mengambil rute yang sama, meninggalkan terminal pada saat yang sama, tapi lebih murah di Php 200. Perjalanan memakan waktu tiga jam. Untuk menjelajahi Sungai bawah tanah, seseorang harus aman izin di Wisatawan Informasi dan Pusat Bantuan di dermaga Sabang. Ini biaya Php 150 untuk Filipina dan Php 200 untuk asing. Kantor juga dapat mengatur transportasi perahu ke sungai (round trip P700, 15 menit). Kemudian setelah lima menit berjalan kaki ke pintu masuk yang sebenarnya, Anda akan diberi lifejacket dan helm, dan ditugaskan kapal dan sopir untuk perjalanan ke gua. Perjalanan perahu akan membawa Anda di dalam gua hanya sekitar 5 kilometer, karena di luar ini sungai menjadi sulit untuk dinavigasi. Perjalanan sepanjang sekitar 45 menit. Kamera adalah diperbolehkan.

New 7 Keajaiban Alam
Taman Nasional adalah calon untuk New 7 Keajaiban Alam. Pada tanggal 7 Juli 2009, itu adalah termasuk di antara 77 peringkat teratas pertama dalam daftar nominasi. Ini kualifikasi antara 261 nasional dan multinasional nominasi selama tahap kedua dari kampanye untuk membuat ke bagian atas 77. Hal ini juga memenuhi syarat di antara 28 finalis dalam fase ketiga dari kontes dan saat ini sedang bersaing untuk sebuah tempat di atas 14 finalis. Baru akhir tujuh keajaiban alam akan dideklarasikan pada tahun 2011.

 

Oleh: sheihna | April 29, 2012

KOMODO – INDONESIA

 

 

 

Fase ketiga kompetisi tujuh keajaiban dunia atau New7Wonders of Nature sudah dimulai. Pulau Komodo, satu-satunya wakil Indonesia dalam ajang tersebut berada dalam kelompok 14 besar dari total 28 finalis.

Pulau Komodo sudah melewati dua fase sebelumnya dengan sukses. Fase pertama, berlangsung sejak Desember 2007 hingga 7 Juli 2009, dilakukan untuk memilih 77 nominasi. Kemudian, dari 77 nominasi tersebut terpilih 28 kandidat finalis yang diumumkan pada 21 Juli 2010.

Dari 28 kandidat finalis resmi tersebut, akan dipilih tujuh keajaiban dunia yang paling banyak mendapat suara dari berbagai negara di dunia. Pengumuman tujuh keajaiban dunia tersebut akan dilaksanakan pada 11 November 2011.

Pulau Komodo, yang jadi andalan Indonesia dalam ajang New7Wonders of Nature punya keunggulan di banding lokasi-lokasi lainnya, apalagi kalau bukan komodo, satwa langka yang dipercaya sebagai ‘dinosaurus terakhir’ di muka bumi.

Taman Nasional Komodo yang meliputi Pulau Komodo, Rinca and Padar, ditambah pulau-pulau lain seluas 1.817 persegi adalah habitat asli komodo. Taman Nasional Komodo didirikan pada 1980 untuk melindungi kelestarian komodo. Tak hanya hewan langka tersebut, Taman Nasional Komodo juga untuk melindungi berbagai macam satwa, termasuk binatang-binatang laut.

Masyarakat dunia bisa memilih lokasi-lokasi mana yang layak berstatus keajaiban baru dengan mengunjungi situs http://www.new7wonders.com. Menurut Ketua New7Wonders, Bernard Weber, diharapkan satu miliar penduduk dunia akan berpartisipasi dalam voting.

Seperti dikutip dari laman New7Wonders, Selasa 29 Juni 2010, dalam kelompok 14 besar, selain Pulau Komodo, terdapat Sungai Amazon, Laut Mati, Grand Canyon, Halong Bay, Jeita Grotto, Puerto Princesa, Angel Fallas, Galapagos, Great Barrier Reef, Iguazu Falls, Jeju Island, Maldives (Maladewa), dan Vesuvius. (art)

Oleh: sheihna | April 29, 2012

Pulau Jeju

Pulau Jeju

25Aug10
JEJU atau Cheju adalah sebuah pulau yang terletak di ujung Semenanjung Korea dan dekat dengan Jepang. Jeju adalah pulau terbesar dan pulau paling terkenal diantara 3000 pulau lain di Korea. Pulau Jeju atau bisa disebut juga Jejudo ini adalah pulau wisata yang paling terkenal di Korea. Bahkan orang korea seringkali menyebut pulau Jeju dengan istilah Pulau Bali-nya Korea.

Pulau Jeju

Pulau Jeju

Sebuah pulau subtropis yang berdiri dengan berbagai legenda dan pemandangan yang sangat menakjubkan. Dari tempat terkenal di Jeju, satu yang dapat kita lihat adalah puncak gunung Hallasan (1950m), gunung tertinggi di Korea yang direndami air laut yang dikelilingi tanaman mekar berbunga indah.
Pulau Jeju merupakan wilayah yang paling hangat dan pada musim dingin sangat jarang turun salju, sehingga tanaman-tanaman yang biasanya tumbuh di daerah subtropis bisa bertahan hidup. Bahasa Korea dangan dialek (saturi) Jeju adalah bahasa yang sangat khas, yang hampir mirip dengan bahasa Jepang. Hal ini dikarenakan hubungan kebudayaan dan sejarah masa lalu yang erat antara kedua wilayah tersebut.
Karena keindahannya tak heran jika pulau Jeju dijadikan tempat wisata. Bahkan perfilman koreapun sering memakai setting tempat pulau Jeju. Salah satunya adala k-drama Jewell In The Palace atau lebih dikenal Dae Jang Geum. Serial full house juga mengambil setting tempat pulau Jeju.

Pulau Jeju

Pulau Jeju

Dengan panoramanya yang memesona, pulau ini merupakan destinasi wisata yang paling populer di ‘Negeri Ginseng’. Saking populernya sebagai pulau wisata, banyak yang menjulukinya sebagai Pulau Bali-nya Korea.
Gunung, pantai, air terjun, taman, tebing, dan bebatuan indah berbalut cuaca yang hangat menjadikan tempat ini layak untuk Anda kunjungi. Ditambah dengan suasana tradisional khas Korea yang masih terasa, pulau ini pun menjadi objek wisata favorit bukan hanya wisatawan domestik, tapi juga mancanegara, terutama Jepang, Hong Kong, dan China. Oh ya, karena suasananya yang romantis, Pulau Jeju juga menjadi tempat tujuan berbulan madu para pasangan baru.
Berikut adalah beberapa tempat yang tak boleh Anda lewati saat berkunjung ke Pulau Jeju:
  1. Gunung Halla – Di Jeju ada gunung tertinggi di Korea Selatan yaitu Halla yang terletak tepat di tengan pulau ini. Di gunung setinggi 1.950 meter ini, Anda dapat melakukan pendakian. Saat musim dingin, gunung ini akan terlihat indah karena tertutup oleh putihnya salju. Sementara itu, di musim panas, puncak gunung yang disaput kabut tipis menghadirkan nuansa romantis. Inilah yang membuat Pulau Jeju menjadi destinasi yang popular di kalangan kaum muda Korea yang ingin menikmati masa bulan madu mereka. Di area ini, kita akan menemukan kuda khas Jeju yang berukuran kecil, tapi tampilannya seperti kuda Barat.
  2. Pantai Jungmun – Pantai ini terletak tepat di Jeju Jungmun Resort. Yang membuat pantai ini unik adalah pasirnya (Jinmosal) yang berwarna-warni, hitam, putih, dan merah. Di pantai ini, Anda juga dapat melakukan aktivitas air seperti ski air dan berselancar. Suasana pantai yang tak terlalu ramai, menjadikannya semakin romantis. Tak mengherankan banyak film dan iklan yang menjadikan lokasi ini sebagai latar belakangnya.
  3. Museum Haenyeo – Wanita Jeju sejak dulu hingga kini terkenal akan ketangguhannya, terutama dalam kegiatan menyelam. Dengan keahliannya itu, mereka bahkan kerap dijuluki ‘putri duyung’. Dengan luwes, para haenyo (penyelam wanita) menyelam untuk mengambil mutiara dan kerang, tanpa mengenakan perlengkapan selam. Mereka bisa menyelam ke kekedalaman lautan dalam waktu yang cukup lama. Para wanita itu sudah berumur, bahkan ada yang di atas 50 tahunan. Sayangnya, sekarang semakin sedikit wanita Jeju yang mau melakoni pekerjaan itu karena mereka menganggap menyelam adalah hal yang sulit. Maka itulah kini kebanyakan haenyo adalah wanita paruh baya. Untuk mengetahui lebih banyak mengenai haenyo, Anda dapat mengunjungi museumnya yang selain menunjukkan sejarah haenyo, juga memperlihatkan kemajuan industri perikanan pulau itu. Museum ini pun memiliki arsitektur indah dan bentuk yang menarik.
  4. Bunjee Artpia – Ada juga Bunjae Artpia, taman yang memamerkan berbagai jenis bunga dan tumbuhan di dalam pot. Lebih 1.000 spesies tumbuhan ditanam di sana. Setiap harinya, para wisatawan bisa melihat sekitar 700 jenis tumbuhan yang didatangkan dari berbagai negara. Saking populernya, Presiden Cina Jiang Zemin bersedia menyempatkan diri berkunjung ke taman ini pada November 1995.
Tak hanya ini, masih banyak objek wisata di Pulau Jeju. Untuk berwisata ke Pulau Jeju, Anda harus menempuh perjalanan 1 jam dengan pesawat terbang dari Seoul atau 11 jam dari Busan (Pusan) menggunakan kapal feri. Ada juga penerbangan langsung dari Jepang (Tokyo, Osaka, Nagoya, Fukuoka), Shanghai, dan Hong Kong.
Bukan sekadar pesona alamnya yang bisa menarik hati wisatawan untuk bertandang ke sana, melainkan lebih dari itu yakni keramahan warga Jeju seperti halnya warga Bali. Pulau Jeju

Copyright @ 2012

By mudahmenikah.wordpress.com

Oleh: sheihna | April 29, 2012

Air Terjun Iguazu

Air terjun Iguazu, di Sungai Iguazu, adalah salah satu air terjun terbesar di dunia. Air terjun ini membentang lebih dari 2.700 m dalam bentuk setengah lingkaran. Dari 275 air terjun yang jatuh yang secara kolektif membentuk Air terjun Iguassu, “Tenggorokan Setan” adalah yang tertinggi dengan ketinggian 80 m. Air terjun Iguazu terletak di perbatasan antara negara bagian Paraná, Brazil dan provinsi Misiones, Argentina dan dikelilingi oleh dua Taman Nasional (BR/ARG). Keduanya hutan hujan subtropis yang merupakan tempat tinggal ratusan spesies flora dan fauna langka dan terancam punah.

Salah satu keajaiban alam yang dinyatakan menang oleh The New Seven Wonders Foundation (N7W) pada 11 November 2011 adalah Iguazu Falls (air terjun Iguazu) berlokasi di Sungai Iguazu, di perbatasan antara Negara Bagian Paraná di Brasil dan Provinsi Misiones di Argentina.

Dalam tulisan ini saya tidak berbicara tentang N7W dengan semua hal yang berkaitan dengan pengumuman pemenang dari tujuh keajaiban dunia alam versi mereka itu. Kecuali satu, yakni di situs pariwisata resmi Air Terjun Iguazu baik dari Argentina, maupun Brasil,  tidak ada satu pun yang menyinggung nama N7W, maupun menempel logo N7W di situs-situsnya.

Di situs www.iguazuargentina.com, misalnya, sampai hari ini, tidak disinggung sedikitpun nama dan logo N7W. Sebaliknya dengan UNESCO. UNESCO yang telah menyatakan Air Terjun Iguazu itu sebagai salah satu “World Heritage”, Warisan Alam, pada 1984, disinggung, dan logonya dicantumkan.

Di brosur-brosur promosi Taman Wisata Iguazu ini juga ada mencantumkan nama dan logo UNESCO. N7W, tidak.

Apakah artinya ini? Artinya nama N7W tidak ada tempatnya bagi mereka. Bahkan mungkin nama itu juga tidak dikenal oleh pengelola Air Terjun Iguazu, sebagaimana masyarakat di sekitar “markas besar” N7W di Zurich, Swiss, yang juga tidak tahu-menahu tentang nama dan kegiatan N7W itu.

Yang saya mau tulis di sini adalah catatan kecil pengalaman pribadi saya ketika pada Mei 2010 lalu berkesempatan berwisata di Taman Nasional Iguazu. Salah satu bagian wisata saya beserta rombongan di kawasan Amerika Serikat bagian Selatan, Argentina, dan Brasil.

Nama Iguazu disebutkan/ditulis dalam tiga versi di Argentina dan Brasil yang bahasa sehari-harinya bahasa Spanyol dan Portugis itu; Selain Iguazu, juga dipakai sebutan Iguassu, dan Iguaçu. Cataratas do Iguaçu, artinya Air Terjun Iguazu dalam bahasa Portugis.

Sungai Iguazu, lokasi dari Air Terjun Iguazu adalah sebuah sungai yang sekaligus berfungsi sebagai tanda perbatasan antara Argentina dengan Brasil.

Air terjun ini dapat dibandingkan dengan Air Terjun Niagara di perbatasan antara Negara Bagian Amerika Serikat New York dengan Provinsi Kanada Ontario. Bahkan sebetulnya Air Terjun Iguazu lebih besar dan unik daripada Air Terjun Niagara. Air Terjun Niagara mencapai ketinggian maksimum  51 meter, sedangkan Air Terjun Iguazu mencapai ketinggian maksimum 82 meter, dengan jarak lebar terjauh adalah 2,7 km.

Keunikan khas Air Terjun Iguazu yang tidak dimiliki air terjun besar lainnya yang serupa adalah dia bersusun dua, dengan ukuran besar dan ketinggian yang hampir sama. Jadi, ada air sungai Iguazu yang jatuh berupa air terjun raksasa ke bagian sungai di bawahnya dengan ketinggian sekitar 60 meter sampai dengan 80 meter. Kemudian mengalir deras untuk kemudian jatuh lagi ke bagian sungai di bawahnya lagi dengan lebar dan ketinggian hampir sama. Membentuk pemandangan yang sangat indah. Terutama ketika dilihat dari jauh, baik melalui sungai di bawahnya, maupun melalui udara.

Ya, pemandangan menakjubkan Air Terjun Iguazu ini bisa disaksikan selain dari sisi dua negara: Argentina dan Brasil, juga bisa dilakukan dengan tiga cara: melalui darat, yakni dengan berjalan kaki sampai ke jembatan khusus persis di sisi air terjunnya. Melalui sungainya, dengan menggunakan perahu khusus (speed boat), dan melalui udara dengan menggunakan helikopter. Dengan helikopter hanya ada di Brasil.

Grup wisata kami pertama kali mengunjungi sisi Argentina.

Lokasi ini berada sekian kilometer dari Buenos Aires. Saya lupa berapa jam waktu tempuh dengan menggunakan bus dari Buenos Aires. Mungkin sekitar 3 jam.

Di lokasi taman wisatanya, untuk mecapai lokasi air terjun dengan pemandangan terbaik adalah memasuki kawasan yang disebut dengan nama Garganta del Diablo, atau “Tenggorokan Setan”. Karena bentuknya mirip tenggorokan setan.Sangat kelihatan kalau dilihat dari udara,  kata pemandu wisata kami, . Entah kenapa pakai embel-embel “setan”. Apakah mereka pernah melihat setan punya tenggorokan? J

Untuk mencapai lokasi itu, ditempuh dengan menggunakan kereta, namanya Kereta Ekologis Rainforest,  menempuh perjalanan sejauh 1.100 meter. Kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki sejauh 600 meter. Setelah sampai di tepi sungai, ada jembatan besi untuk pejalan kaki membentang di atas sungai sepanjang sekitar 500-1.000 meter lagi untuk sampai di lokasi air terjun tersebut; tiba di Garganta del Diablo.

Di sinilah kita menyaksikan pemandangan yang sangat luar biasa dariAir Terjun Iguazu ini. Dari atas jembatan kita langsung melihat ke bawah dengan jarak hanya sekitar 1-2 meter pemandangan yang sangat menakjubkan sekaligus mengerikan itu. Dengan suara air yang menderu-deru memekakkan telinga, dan hempasan raksasa air yang jatuh dari ketinggian 80-an meter. Saking kerasnya hempasan air terjun ini naik sampai melewati ketinggian permukaan sungai di atasnya. Secara berkesinambungan yang abadi hempasan itu membentuk pemandangan putih seperti kabut yang menutup pemandangan air terjunnya. Kemudian agak reda lagi, naik lagi, begitu seterusnya. Dasar sungai sama sekali tidak kelihatan.

Konon kabarnya, beberapa tahun lalu, pernah ada seorang remaja perempuan yang bunuh diri dengan meloncat ke dalam air terjun iu. Tim SAR memerlukan waktu sekitar satu minggu untuk menemukan jenazahnya, yang sudah terbawa air sejauh sekitar 70 km dari lokasi!

Copyright @ 2012

By New7Wonders & wisata.kompasiana.com

 

Oleh: sheihna | April 29, 2012

Hutan Amazon

Hutan Amazon (Bahasa Portugis Brasil: Floresta Amazônica atau Amazônia; Bahasa Spanyol: Selva Amazónica atau Amazonía) adalah hutan hujan di Amazon, Amerika Selatan. Wilayah ini, yang juga disebut Amazonia atau Amazon Basin, meliputi wilayah seluas tujuh juta kilometer persegi, walaupun hutannya sendiri seluas 5.5 juta kilometer persegi, terletak di sembilan negara: Brasil (dengan 60 persen hutan), Kolombia, Peru, Venezuela, Ekuador, Bolivia, Guyana, Suriname, dan Guyana Perancis. Ini adalah rumah masyarakat adat, termasuk Urarina di Peru

Pada 2014, akan dibuka jalur pejalan kaki sepanjang hampir 10 kilometer di atas hutan Amazon, Brazil. Ya, Anda tidak salah baca. Jalur unik ini dibangun di atas hutan, sehingga para turis bisa melihat Amazon dari atas!

Proyek ini adalah bagian dari pembangunan pusat penelitian di tengah hutan hujan Amazon, Brazil, Amerika Selatan. Dilansir dari situs dailymail.co.uk pada Senin (23/1), proyek senilai 6,4 juta Poundsterling (sekitar Rp 90 miliar) ini didanai oleh British Charity.

Lokasi ini nantinya akan menjadi tempat para ilmuwan dari Royal Botanic Gardens melakukan berbagai penelitian. Selain pusat penelitian, akan dibangun pula jalur pejalan kaki yang dengan panjang hampir 10 kilometer. Jalur ini akan tampak seperti jembatan karena letaknya di atas ‘atap Amazon’. Belum dijelaskan apakah jalur ini dibuat menggunakan tiang khusus, atau menghubungkan jalan dari satu pohon ke pohon lain.

Jalur pejalan kaki ini berlokasi di Roraima, sebuah provinsi terpencil di sebelah timur laut Brazil. Perancangnya adalah Marks Barfield, yang juga merancang desain London Eye dan Kew Gardens yang terkenal. Keduanya berlokasi di London, Inggris.

Para peneliti akan menggunakan jalur ini untuk mempelajari bagian atap dari hutan hujan Amazon. Sementara, para turis bisa melakukan wisata ramah lingkungan sekaligus menyaksikan megahnya Hutan Amazon dari atas. Proyek ini dikoordinasi oleh Amazon Charitable Trust dan diperkirakan akan selesai dalam dua tahun mendatang.

Tak hanya demi kepentingan penelitian dan pariwisata, proyek ini juga diharapkan memberi lapangan pekerjaan bagi suku-suku di wilayah Amazon. “Proyek ini memungkinkan mereka untuk hidup tanpa harus merusak hutan, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap hutan hujan di seluruh dunia,” kata Managing Partner dari Amazon Charitable Trust, Robert Pasley-Tyler.

Dengan luas total sekitar 5,5 juta kilometer persegi, hutan hujan Amazon membentang di beberapa negara yaitu Brazil, Peru, Kolombia, Venezuela, Ekuador, Bolivia, Guyana, dan Suriname. Terdapat beberapa suku pedalaman yang mendiami hutan ini, di antaranya Kuorubo dan Matis yang terkenal dengan senjata tiupnya.

Copyright @ 2012

By Wikipedia

Oleh: sheihna | April 29, 2012

Teluk Halong – Vietnam

Teluk Halong terletak di provinsi Quang Ninh, Vietnam. Teluk ini terdiri dari ribuan karsts dan pulau-pulau kecil batuan kapur dengan berbagai ukuran dan bentuk. Teluk ini memiliki garis pantai sepanjang 120 kilometer dengan luas sekitar 1.553 kilometer persegi terdiri dari 1.969 pulau-pulau kecil. Beberapa pulau yang berlubang, dengan gua-gua yang sangat besar, lainnya terdapat desa-desa nelayan terapung yang berlalu-lalang di perairan dangkal untuk menangkapi 200 spesies ikan dan 450 jenis moluska. Fitur lain yang spesifik terdapat di Teluk Halong adalah banyaknya danau di dalam pulau-pulau batu kapur, misalnya, Pulau Dau Be memiliki enam danau tertutup. Semua danau ini menempati pulau tenggelam dalam fengcong karst.

Keunikan 1,969 pulau batu kapur yang belum diteroka di utara Hanoi jadi tumpuan utama pelancong

HA LONG Bay atau Teluk Ha Long yang terletak kira-kira 180 kilometer di utara Hanoi, Vietnam menjanjikan pemandangan indah dengan ribuan pulau batu kapur dan ratusan bot keluar masuk di perairan itu.

Teluk itu dikatakan terbentuk daripada badan seekor naga dan sudah beberapa kali menjadi saksi kepada peperangan membabitkan negara itu dengan negara lain termasuk China dan Amerika Syarikat. Ribuan pulau yang bertaburan di teluk dianggap membantu menghalang tentera China mendarat di tanah air mereka.

Ketika perang Vietnam, tentera Amerika Syarikat memasang banyak periuk api bagi meletupkan kapal tentera komunis yang bersembunyi di celah-celah ratusan pulau dan gua di perairan teluk berkenaan.

Kini semua itu tinggal kenangan, kawasan itu terus menjadi tarikan pelancong dari Eropah terutama Perancis kerana keunikan ribuan pulau batu kapur yang kebanyakannya masih belum diteroka.

Walaupun mempunyai perairan yang tenang, Teluk Ha Long tidak menawarkan pengalaman berjemur di pantai atau aktiviti menyelam kerana kadar garam dalam airnya terlalu tinggi menyebabkan penyelam sukar menikmati pemandangan dasar laut.

LATAR belakang batu kapur di Teluk Ha Long.

Apa yang menanti pengunjung ialah pemandangan menakjubkan tidak ubah seperti keadaan Hong Kong pada era 70-an apabila ratusan kapal perdagangan, bot pelancong dan nelayan berulang-alik belayar masuk dan keluar di kawasan teluk ini.

Pelancong boleh memilih untuk belayar dengan bot yang mengenakan bayaran serendah RM40 sejam bagi meneroka keindahan 1,969 pulau batu kapur yang kebanyakannya belum dicemari oleh pembangunan.

Halong Bay yang diisytiharkan sebagai satu daripada warisan dunia oleh Unesco pada Mesyuarat Jawatankuasa Warisan Dunia ke-18 di Thailand pada 17 Disember 1994 itu, memang unik.

LOKASI Ha Long Bay

Antara gua batu kapur yang paling terkenal ialah Gua Hang Dou atau Grotte des Merveilles yang diterokai oleh warga Perancis pada abad ke-19. Bahagian dalamnya memaparkan pelbagai bentuk stalaktit dan stalagmit hasil hakisan air dalam gua sejak jutaan tahun lalu. Pelbagai bentuk yang menakjubkan seperti obor-obor, gajah, monyet dan naga begitu mengasyikkan pengunjung yang melewati dasar gua.

Malah, kehebatan gua itu dapat dilihat daripada kesan haus tangga batu kerana hampir jutaan pelancong ke sini jika melancong ke Hanoi.

Selepas puas menaiki bot, pelancong boleh ke pantai di pulau Tuan Chau dan Cat Ba. Paling menarik, ada banyak penempatan nelayan bertaburan di sepanjang persisiran pantai pulau ini termasuk kemudahan chalet dan rumah tumpangan.

Beberapa pulau lain mempunyai kampung nelayan yang didirikan di atas air yang turut dimanfaatkan penduduk untuk menternak lebih 200 spesies hidupan laut.

Selain itu, pengunjung juga boleh memilih untuk bermalam di tengah laut dan melepaskan ‘ketagihan’ memancing dengan membeli joran serta umpan daripada penduduk tempatan dengan harga kira-kira RM8.

Pelancong juga boleh menikmati buah-buahan tempatan yang dijual oleh penduduk menggunakan sampan mewarnai kehidupan perkampungan air di teluk itu.

 

Copyright @ 2012

By New7Wonders & Indo.dongtravel.com

Oleh: sheihna | April 23, 2012

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.